Polresta Pasuruan – Rapat Koordinasi FKUB tentang penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Pasuruan, Bertempat di ruang rapat Kantor FKUB Kota Pasuruan Jl.  Panglima Sudirman, Selasa (2/2/2021). 

Hadir dalam kegiatan Kapolres Pasuruan Kota di dampingi Kasat Intel Polres Pasuruan Kota dan Kasat Binmas Polres Pasuruan Kota.
Dalam kegiatan ini Kapolres Pasuruan Kota di sambut Ketua FKUB Haji Ali Iqbal dan tokoh agama di Kota Pasuruan.

Sambutan yang di sampaikan oleh ketua FKUB Haji Ali Iqbal dan menyampaikan Ucapan Trimakasih kepada Kapolres Pasuruan Kota beserta rombongan yang sudah hadir dalam kegiatan rapat koordinasi dan menyampaikan bahwa sudah menerima surat dari Menteri Agama terkait 9 instruksi.

“Dalam rangka kunjungan ini saya harapkan agar bisa ikut membantu serta melaksanakan program Pemerintah ini khususnya dalam menjalankan protokol kesehatan, dan terus menerus mensosialisasikan serta mendukung program pemerintah tersebut, setiap hari kami selalu melaksanakan sosialisasi penegakan disiplin protokol kesehatan di Kota Pasuruan ini tapi masih saja banyak masyarakat yang tidak mengindahkan peraturan pemerintah tersebut, harapan kami mudah-mudahan dalam pertemuan ini dapat kita jalankan bersama-sama untuk penanganan Covid-19 di Kota Pasuruan.” Ujar Kapolres Pasuruan Kota.

Ketua MUI menyampaikan dalam Khotbah yang di sampaikan juga mensosialisasikan tentang protokol kesehatan mengajak para jamaah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Dilanjutkan perwakilan dari Tokoh Agama Kristiani menyampaikan terkait protokol kesehatan ini dalam gereja sudah dilaksanakan mulai di nyatakan Pandemi, bahkan pelaksanaan setiap ibadah di mulai dari jemaat sudah kami kurangi 50% lalu lansia juga tidak diperkenankan hadir.

Dalam surat dari Menteri Agama terkait 9 instruksi di antaranya :

1. Kakanwil, Kakankemenag, seluruh ASN dan pegawai Kemenag harus menjadi teladan dengan setiap orang wajib menerapkan protokol kesehatan (5M) dalam setiap kegiatan di kantor atau diluar kantor.

2. Seluruh jajaran Kemenag wajib turun ke masyarakat (tokoh agama, tempat ibadah, lembaga pendidikan Keagamaan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan) untuk mensosialisasikan penerapan secara disiplin protokol kesehatan (5M) guna menurunkan laju penularan covid-19.

3. Secara khusus menginstruksikan kepada seluruh Penyuluh agama untuk mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (5M) dengan melibatkan lembaga Keagamaan binaan di Rt/Rw/desa/kelurahan, seperti Majelis taklim, sekolah minggu dst.

4. Dalam pelaksanaan sosialisasi 5M, para Kakanwil, KakanKemenag dan Kepala KUA dapat mengajak organisasi Keagamaan, terutama organisasi pemudanya untuk mengakselerasi gerakan sosialiasi 5M ini.

5. Seluruh Kakanwil dan Kakankemenag mengajak para tokoh Agama untuk membuat video pendek dan spanduk himbauan penerapan protokol kesehatan (5M).

6. Seluruh jajaran Kemenag dilarang menyelenggarakan atau menghadiri kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang.

7. Secara khusus Kepala KUA dan penghulu wajib memastikan diterapkannya protokol kesehatan (5M) sebelum memberikan pelayanan nikah di lokasi akad nikah, dan dilarang memberikan pelayanan nikah jika pihak keluarga pasangan nikah tidak menerapkan protokol kesehatan (5M).

8. Seluruh kantor dan gedung aset Kemenag, termasuk tempat ibadah didalam area kantor Kemenag; lembaga pendidikan keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan negeri wajib menerapkan protokol kesehatan (5M) dan aturan kapasitas penggunaan tempat kegiatan selama pandemi.

9. Seluruh Kakanwil dan Kakankemenag wajib melaporkan setiap hari kemajuan gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (5M) kepada gugus tugas penanganan covid-19 Kementerian Agama RI melalui domain : www.lapor3m.kemenag.go.id

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter