Berita
Polres Pasuruan Kota Bersama Timsar dan Nelayan Gelar Sholat Ghoib
Polresta Pasuruan – Suasana duka masih menyelimuti kawasan pesisir Pasir Panjang, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, pasca musibah laka laut yang menelan 4(empat) orang korban jiwa, 1(satu) orang masih dalam pencarian serta meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.
Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Polres Pasuruan Kota bersama Tim SAR gabungan dan para nelayan menggelar sholat ghoib di sebuah mushola sederhana yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian dusun Pasir panjang desa Wates Kecamatan Lekok Kabupaten pasuruan, pada Kamis (17/07).
Sholat ghoib ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban nelayan yang hilang maupun yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Mushola yang biasanya digunakan untuk ibadah harian oleh warga sekitar, hari itu dipenuhi oleh puluhan personel Polres Pasuruan Kota, anggota tim SAR gabungan, para nelayan, relawan, tokoh agama, dan warga setempat yang datang dengan wajah penuh duka dan keprihatinan.
Kasat Polair Polres Pasuruan Kota, AKP Edi Suseno, Sh bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan kota hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan sholat, ia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat nelayan di wilayah tersebut.
“Kami dari jajaran Polres Pasuruan Kota menyampaikan duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kegiatan sholat ghoib ini adalah bentuk simpati, doa, dan solidaritas kami, semoga para korban diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kasat Polair Polres Pasuruan Kota.
Sholat ghoib dipimpin oleh seorang tokoh agama setempat dan berlangsung khusyuk. Isak tangis beberapa keluarga korban terdengar di sela-sela doa yang dipanjatkan.
Sejumlah nelayan juga tampak memejamkan mata, menahan pilu, mengenang para korban dan 1(satu) orang yang hingga kini belum ditemukan.
Musibah ini terjadi beberapa hari lalu, saat sekelompok pemancing menaiki perahu dari pesisir perairan pasirpanjang Desa Wates Kecamatan Lekok menuju spot mancing di tengah laut.
Namun nahas, saat mereka akan kembali ke daratan gelombang tinggi disertai cuaca buruk membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik dan menyebabkan beberapa pemancing terjatuh ke laut.
Beberapa korban berhasil diselamatkan, namun ada yang dinyatakan hilang dan sebagian telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Proses pencarian hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, Polair Polres Pasuruan kota dibantu oleh Ditpolair Polda Jatim, TNI AL, BPBD, serta relawan masyarakat pesisir yang turut membantu pencarian dengan perahu-perahu kecil milik mereka.
Selain menggelar sholat ghoib, Polres Pasuruan Kota juga memberikan bantuan logistik kepada Tim SAR gabungan dan tim relawan yang masih berjibaku di lapangan.
Kegiatan ini menjadi momentum guna memaksimalkan proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.
Kasat Polair Polres Pasuruan Kota Juga mengimbau kepada seluruh nelayan untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG sebelum melaut.
“Keselamatan adalah prioritas. Kami mohon agar para nelayan tidak memaksakan diri saat cuaca tidak bersahabat. Gunakan alat keselamatan seperti pelampung, dan selalu berkoordinasi dengan pihak desa maupun petugas keamanan terdekat,” tegasnya.
Kepala Desa Wates Sdr. Mahrus turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh jajaran Polres Pasuruan Kota dan seluruh tim SAR.
Ia mengatakan bahwa musibah ini adalah peringatan bersama tentang pentingnya kehati-hatian, namun juga bukti bahwa solidaritas antarmanusia tetap kuat di tengah cobaan yang sedang terjadi.
“Kami merasa tidak sendiri. Kehadiran bapak-bapak dari Polres Pasuruan kota, TNI, SAR, dan para relawan memberi kekuatan moral bagi kami dan keluarga korban. Semoga satu orang korban segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan dengan harapan agar para korban segera ditemukan dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.