Connect with us

Polsek Pohjentek

Bripka Ega Bhabinkamtibmas Desa Tidu Aktif Dukung Ketahanan Pangan Lewat Monitoring Ladang Jagung Warga, Menuju Swasembada Pangan Nasional

Published

on

whatsapp image 2025 07 02 at 15.58.35 c2e42633

whatsapp image 2025 07 02 at 15.58.35 c2e42633

Polresta Pasuruan – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional serta mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara yang mandiri dan makmur dalam sektor pertanian, Bripka Ega, Bhabinkamtibmas Desa Tidu Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur, terus menunjukkan dedikasi luar biasa. Ia secara rutin melaksanakan kunjungan dan monitoring ke ladang jagung milik warga di wilayah Desa Tidu, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Rabu(2/7/2025)

Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi konkret Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung swasembada pangan, yang tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan sinergi dari semua elemen, termasuk aparat keamanan di tingkat desa.

Bripka Ega menyempatkan diri untuk menyapa para petani jagung, memantau perkembangan tanaman, serta mendengarkan langsung aspirasi dan kendala yang mereka hadapi. Meski bukan seorang penyuluh pertanian, kehadiran Bripka Ega di tengah ladang telah memberikan rasa aman dan semangat tersendiri bagi para petani.

“Bhabinkamtibmas bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kehadiran. Kami hadir untuk mendukung semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk pertanian. Ketahanan pangan adalah prioritas nasional, dan kami siap menjadi bagian dari gerakan itu.” Ujar Bripka Ega.

Tanaman jagung dipilih karena memiliki nilai strategis sebagai salah satu komoditas utama dalam program ketahanan pangan. Jagung tidak hanya menjadi sumber karbohidrat alternatif selain beras, tetapi juga bahan baku penting untuk industri pakan ternak dan pangan olahan.

“Desa Tidu sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian, dengan lahan subur dan masyarakat yang gigih bekerja. Dalam situasi apapun — panas terik, hujan deras, ataupun keterbatasan sarana — semangat para petani di desa ini tetap menyala. Dan kehadiran Bripka Ega menjadi simbol bahwa mereka tidak berjalan sendiri.” Ucap Bripka Ega.

whatsapp image 2025 07 02 at 15.58.34 24fa5d1f

Dalam kunjungannya, Bripka Ega juga menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan hasil panen, antisipasi pencurian, serta pentingnya solidaritas antarpetani. Ia bahkan berkoordinasi dengan perangkat desa dan kelompok tani untuk mendorong kegiatan pertanian yang lebih terstruktur dan efisien.

Program swasembada pangan yang digaungkan pemerintah pusat membutuhkan dukungan kuat dari bawah. Jika di tingkat desa seperti Tidu, ketahanan pangan bisa dijaga, maka kontribusinya akan sangat berarti untuk pencapaian skala nasional. Itulah mengapa peran aktif Bripka Ega mendapat apresiasi dari masyarakat dan tokoh desa setempat.

Dengan pendekatan yang humanis dan konsisten, Bripka Ega menjadikan kehadiran Polri benar-benar terasa dekat dan bermanfaat di tengah masyarakat desa. Ia tak segan berjalan kaki menelusuri pematang ladang, mendampingi petani dari proses tanam hingga panen. Semua itu demi satu tujuan besar: membantu Indonesia menjadi negeri yang berdaulat dalam bidang pangan.

“Ketika seluruh elemen bangsa bahu membahu, mulai dari petani, pemerintah desa, hingga aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas, maka visi Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri dan sejahtera bukanlah hal yang mustahil.” Tambah Bripka Ega.

Bripka Ega menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak semata ditentukan oleh teknologi atau modal besar, tetapi juga oleh kehadiran orang-orang yang tulus bekerja dari akar rumput – dari ladang, dari desa, untuk Indonesia.

 

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *