Connect with us

Berita

Kapal KMN Surya Naga Tenggelam di Alur Pelayaran Barat Pasuruan, Satpolairud Polres Pasuruan Kota Bantu Evakuasi

Published

on

whatsapp image 2025 07 10 at 15.17.59

whatsapp image 2025 07 10 at 15.17.59

Polresta Pasuruan – Sebuah kapal nelayan bernama KMN Surya Naga mengalami musibah tenggelam saat melintas di alur pelayaran barat Kota Pasuruan, tepatnya di koordinat 7.573627 S – 112.920111 E, pada Selasa, 08 Juli 2025 sekitar pukul 19.00 WIB. Kapal yang memuat hasil laut berupa ikan teri dan mengangkut 25 orang awak, termasuk nahkoda, mengalami kebocoran serius akibat hantaman ombak tinggi dan angin kencang.

KMN Surya Naga merupakan kapal milik H. Agus Salim (55) warga Sukorejo, Pasuruan, dengan GT 13 dan dinahkodai oleh Fauzi (32). Kapal tersebut bertolak dari perairan Selat Madura menuju Pelabuhan Kota Pasuruan setelah menyelesaikan kegiatan melaut. Kamis (10/7/2025).

Menurut kronologi, sesaat setelah memasuki alur pelayaran barat, kapal dihantam ombak setinggi ±3 meter yang disertai angin kencang. Hantaman tersebut menyebabkan lambung depan kanan kapal bocor, dan air laut mulai masuk ke dalam kapal. Menyadari kondisi darurat, nahkoda segera menurunkan kecepatan untuk menghindari tabrakan dengan perahu nelayan lain di sekitar lokasi, khususnya dari Desa Kalirejo.

Nahkoda dan para ABK lantas meminta bantuan kepada perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi. Berkat sigapnya para nelayan, seluruh 25 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dan dibawa menuju Pelabuhan Pasuruan, tiba sekitar pukul 21.30 WIB.

Keesokan harinya, Rabu 09 Juli 2025 pukul 11.00 WIB, proses evakuasi bangkai kapal masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Satpolairud Polres Pasuruan Kota, TNI-AL, pemilik kapal, dan nelayan setempat. Upaya penanganan difokuskan pada proses pengangkatan dan penarikan kapal yang sempat setengah tenggelam di perairan.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno S.H., menyampaikan bahwa penyebab utama tenggelamnya kapal disebabkan oleh kebocoran pada lambung depan akibat cuaca buruk di tengah laut. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas peran serta masyarakat pesisir dalam menyelamatkan para awak kapal.

“Alhamdulillah seluruh awak berhasil dievakuasi dengan selamat berkat bantuan cepat dari nelayan sekitar. Kami dari Satpolairud bersama unsur TNI AL dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta evakuasi kapal yang tenggelam,” ujarnya.

Musibah ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, serta perlunya kesiapan teknis kapal sebelum berlayar, termasuk kondisi lambung dan kelengkapan keselamatan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *