Polsek Keboncandi
Kedatangan Jenazah Korban KMP Tunu di Gondangwetan Disambut Isak Tangis, Polres Pasuruan Kota Lakukan Pengamanan Ketat di Rumah Duka dan Pemakaman

Polresta Pasuruan – Suasana duka menyelimuti Desa Brambang Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, saat jenazah Muchlason (50) salah satu korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu tiba di kampung halamannya, Sabtu (12/7/2025). Kedatangan jenazah disambut isak tangis haru keluarga dan warga sekitar yang telah menunggu sejak pagi di rumah duka.
Jenazah tiba sekitar pukul 13.00 WIB dengan ambulans yang dikawal petugas. Tangis pecah seketika saat peti jenazah diturunkan dan dibawa masuk ke rumah duka. Keluarga korban, terutama Istri dan kerabat dekat, tampak tak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan kepulangan suami tercinta dalam kondisi tak bernyawa.
Korban diketahui merupakan satu dari 33 penumpang yang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu di perairan selat bali beberapa hari kmarin. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah kapal yang membawa puluhan penumpang mengalami kecelakaan laut akibat kebocoran pada ruang mesin dan gelombang tinggi.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom melalui jajarannya di Polsek Gondangwetan, menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan di sekitar rumah duka dan lokasi pemakaman. Pengamanan dilakukan guna menjaga kelancaran proses kedatangan jenazah hingga proses pemakaman, mengatur arus lalu lintas, serta memberikan ketertiban di tengah padatnya warga yang datang melayat.
“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehadiran kami di rumah duka sebagai bentuk empati sekaligus untuk memastikan proses kedatangan jenazah hingga pemakaman berjalan tertib dan lancar” ujar Kapolres Pasuruan Kota.
Sejumlah anggota Satsamapta dan Bhabinkamtibmas Desa Brambang Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan tampak berjaga di sekitar rumah duka, membantu pengaturan warga dan mengarahkan kendaraan pelayat agar tidak mengganggu arus jalan desa. Di lokasi pemakaman, petugas juga tampak membantu proses pengawalan hingga jenazah dimakamkan secara layak dan penuh penghormatan.

Prosesi pemakaman dilakukan secara khidmat dengan diiringi doa dan tangis keluarga. Warga sekitar pun berdatangan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral atas musibah yang menimpa salah satu warganya.
Kepala Desa Brambang yang mewakili Keluarga korban, mengapresiasi kehadiran Polres Pasuruan Kota dan pihak terkait yang telah membantu pengamanan dan kelancaran prosesi sejak jenazah tiba hingga dimakamkan. “Kami ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah hadir dan ikut menjaga suasana agar tetap kondusif. Ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka,” ucapnya.
Tragedi tenggelamnya KMP Tunu menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di tengah cuaca ekstrem. Pihak keluarga berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Dengan berakhirnya prosesi pemakaman, duka yang mendalam masih menyelimuti keluarga besar korban. Namun dukungan dari masyarakat dan aparat setempat menjadi kekuatan tersendiri bagi mereka untuk menerima dan menghadapi kenyataan pahit ini.
